Kamis, 22 Januari 2009

Stick Cookies

Bahan 1 :

300 gr mentega
100 gr gula halus
4 btr merah telur
500 gr tepung terigu
1 sdm maizena
1 sdt vanilla

Bahan 2 : (bahan icing ini gak diikutsertakan, diganti dengan resep icing di bawah)

4 btr putih telur
500 gr gula halus
coklat bubuk

Caranya :

  • Kue (bahan 1):mentega dan gula halus dikocok sampai lembut, masukkan merah telur kocok lagi sampai tercampur rata, masukkan terigu, maizena dan vanilla aduk rata
  • Glazur (bahan 2): putih telur dan gula halus dikocok sampai kental. Dibagi 2 bagian : ¾ bagian tetap putih, ¼ bagian diberi coklat bubuk secukupnya
    Gilas dan cetak adonan kue sesuai keinginan

    Ada 2 cara menghias kue :

  • Setelah kue dicetak, atur dalam loyang hias dengan adonan glazur putih (bahan 2), beri sedikit glazur coklat (bahan 2), lalu dicoret dengan lidi sesuai selera, bakar dalam oven
    Setelah kue dicetak, atur dalam loyang lalu langsung dibakar, setelah dingin dihias dengan royal icing sesuai selera, angin-anginkan sampai royal icing membeku

ICING
Source : Fatmah Bahalwan

225 gr Icing sugar / gula halus
60 cc putih telur
1/2 sdt Cream of tar-tar (optional)
1/2 sdm Cuka
1 sdt Essence sesuai selera (optional)

Cara membuat:

Kocok semua bahan hingga menjadi krim. siap untuk diwarnai sesuai selera

Selasa, 13 Januari 2009

Risol Made By Heart

Risol. Semua pasti tahu yang namanya risol kan? Ada juga yang nyebutnya risoles. Biasanya nih, kalo kita abis arisan pengajian, rapat, seminar, atau pokoknya pas kita dapet makanan ringan yang ditempatkan dalam kardus atau plastik, selain lemper, soes, kue lapis, sama bolu, yang namanya risol sering banget ditemuin. Banyak banget orang yang suka risol. Malahan di kampus saya, kalo lagi mau cari danus pasti ada aja yang jualan risol. Malahan ibu-ibu kantin fakultas pun baru-baru ini menaikkan harga risolnya 100% tanpa alesan yang jelas.

Di Bandung, ada satu tempat yang namanya De’Risol. Tempat yang khusus menjual risol dengan rasanya yang enak banget. Sebenernya ngga ada yang di modif dari tampilan risolnya. Bentuknya standar, cuma persegi panjang sama segitiga. Penggunaan bahan pada kulit risol dan tepung panir pun masih standar. Tetapi yang membedakan adalah isi dari risol tersebut. Kalo biasanya risol kan isinya cuma ragout doang kan? Kalo ini ragoutnya ditambah macem-macem. Kaya ayam, udang, jamur, keju, sayuran. Ih enak pokoknya. Sekilas sih kalo dirasain di lidah mungkin sama aja kaya risol yang udah-udah, tapi kalo kita bener-bener ngerasain risolnya satu-satu pasti kerasa juga bedanya.

Ya bayangin aja, ada sekitar sepuluh jenis rasa risolnya. Walopun nama risolnya aneh tapi ngga bikin kita bingung buat milih rasa kok. Ada original, meat & great, mix & del, cheesy cheese, veggie fun, shrimp suprime, curry meat, curry chicken, mushroom mate, sama crazy cheesy. Dari namanya kita bisa nebak apa aja isi risol itu. Tekstur isinya tu kaya vla yang di dalem kue soes. Dan enaknya, risolnya pasti tersaji masih hangat. Beda banget kalo kita beli di toko-toko kue yang udah dingin.

Harganya untuk ukuran risol standar emang agak mahal yaitu 3.500. Tapi sebanding kok sama rasanya. Kalo kita makan di tempatnya, dijual per porsi. Satu porsi isinya dua risol dan harganya 7.000. Sayangnya, satu porsi ngga bisa dua rasa. Jadi kalo mau ya kita tuker-tukeran sama temen atau saudara kita. Kalo mau beli lebih dari satu porsi juga boleh, tapi dijamin enek banget. Soalnya berdasarkan lidah saya ya (maaf kalo salah. =D) isi di dalam risolnya mengandung banyak krim. Apalagi untuk yang original, ada rasa telurnya yang bikin tambah enek. Tapi secara keseluruhan, untuk rasa sebuah risol, de risoles ngejual risol yang enak dan bervariasi.

Makanan lain selain risol dan minuman yang tersedia sangat standar (malahan menurut saya tidak terlalu enak). Makanan lain ada nasi kuning, sop buntut bakar, mie goreng, dan beberapa makanan berat lain. Harganya berkisar antara 12.500 – 25.000. Sedangkan minumannya ada smoothies, juice, serta minuman panas. Harganya mulai dari 4.000.

Risol di tempat ini bisa dijadiin alternatif oleh-oleh dari Bandung loh. Soalnya banyak banget orang-orang dari luar kota yang mampir disitu waktu weekend. Tapi lagi-lagi yang disayangkan adalah, satu box berisi satu jenis rasa. Dan box berisi 6 & 12 buah. Tapi bisa dinego sama mbak-mbaknya kok. Minta campur aja gitu. Apalagi juga kalo kita belinya barengan sama yang lain. Langsung bisa dituker-tuker. Soalnya saya juga begitu.

Biarpun menu andalannya cuma risol, tapi De’Risol punya tempat yang cukup nyaman. Buat nongkrong-nongkrong doang enak lah. ada yang di dalam atau luar ruangan. Saya dateng ke De’Risol yang di jalan Citarum. Tapi ada dua tempat kok. Yang satu di jalan Citarum, yang satu lagi di jalan Riau. Dua-duanya yang pasti menjual risol yang bukan risol biasa. Ayo-ayo coba…


Roemah Keboen

Waktu bulan Februari kemarin saya sempet ngelewatin Jalan Riau pagi-pagi jam 9an. Tepat di depan Kafe Bali, ada banyak banget orang sama karangan bunga besar-besar. Pas saya liat ternyata ada peresmian restoran baru. Dasar Bandung, tempat makan dimana-mana kaya jamur. Paling-paling juga konsepnya sama kaya kafe di depannya tu. Sebelumnya di tempat yang sama, dulu pernah ada restoran sunda. Umurnya gak panjang, dan sekarang udah diganti lagi sama restoran baru. Kira-kira laku nggak ya restoran baru itu??

Ternyata sudah empat bulan restoran itu dibuka, saya melihat restoran itu tidak pernah sepi pengunjung. Dibandingkan dengan restoran di depannya, restoran baru itu tampaknya perlu diperhitungkan juga. Karena setahu saya Kafe Bali selama ini juga penuh pengunjung. Karena rasa penasaran itulah saya jadi pengen mencoba restoran keluarga yang namanya Roemah Keboen.

Pertama saya kesana, saya nggak kebagian tempat. Di parkiran aja udah ditanya: ”Mba udah waiting list??” Hah? Segitunya? Padal saya cuma pengen makan bertiga dan itu pun nggak di jam makan siang. Itu terjadi dua kali. Akhirnya saya mencari hari dan jam yang kira-kira tidak penuh orang. Dan memang akhirnya saya dapat tempat duduk walaupun di beberapa meja, saya melihat tulisan ”RES

ERVED.”Sekarang waktunya pesen makanan. Mmmm.. kalo diliat sih emang standar-standar aja. Akhirnya saya memesan makanan dan minuman yang namanya ada Kebfa’r-nya. Kebfa’r itu singkatan dari Keboen Family Resto. Halah, disangkain apa. Saya mesen Kebfa’r Wonderland Steak (Rp.38.500) terus minumnya Kebfa’r Frappucino (Rp. 13.500). Rasanya ternyata biasa aja. Hehe.. gada yang spesial. Palingan kentang bakarnya. Terus saya pesen omelet juga, judulnya mix omelette (Rp. 21.500). Nah ini baru lumayan. Walaupun omeletnya biasa aja cuma isi keju, jamur sama potongan daging asap, tapi ada kentang rebus yang diatasnya dikasih keju mozarella bakar. Enak banget kejunya, meleleh di atas kentang. Selain yang udah saya sebutin di atas, di Roemah Keboen ini saya pernah mencoba (tepatnya icip-icip) Entrecote Diana Princess yaitu sirloin pake saus jamur dan disajikan dengan mashed potato (Rp. 50. 500), terus untuk asian delightnya ada Tepan Chicken (Rp. 25.000) sama Beef Shogayaki (Rp. 30.500). Tepan chicken biasa aja, terus beef shogayaki itu daging sapi gulung yang di dalemnya ada jamur sama potongan kecil daging asap dan disajikan pake kentang bakar dan acar. Kalo yang ikan-ikanan pernah nyobain Kakap Sensation Romana (Rp. 29.500) dana Deep Sea Steak (Rp. 27.000). Itu semuanya biasa banget. Tapi ikan-ikan yang diolahnya enak, nggak terlalu amis.

Dari semua yang tersedia di Roemah Keboen, menurut saya yang paling khas itu adalah minumannya. Minumannya bervariasi banget. Rasanya juga enak-enak. Misalnya saya mesen Virginia Pinacolada (Rp. 18.500) yang berupa jus nanas dicampur white wine. Rasanya enak banget. Ada juga tropical beach (Rp. 15.500) yaitu jus strawberry+jus jeruk+susu. Ada Romantic’s Purple (Rp. 13.500) yaitu minuman ber-oreo. Selain minuman segar dan kopi-kopian, disini juga tersedia bermacam-macam teh yang menurut saya enak banget. Ada Luchyous tea (Rp. 10.500) yaitu teh rasa leci, ada Earl Grey Tea (Rp. 10.500) dan macem-macem teh lainnya. Ada juga minuman khas Bandung kaya Es Doger Monkey sama Cendol. Tersedia juga macem-macem fresh juice.

Oh iya, bagi yang suka masakan sunda pun disana tersedia masakan sunda tapi modelnya kaya di Ampera gitu. Milih sendiri hidangannya terus digorengin. Saya belum pernah nyoba sih rasanya, tapi dari tampilan sih biasa-biasa aja.

Di Roemah Keboen sering banget ada live music. Nggak harus weekend dan malam hari, kalo beruntung mah kapan pun live music suka tersedia. Untuk tempat, Roemah Keboen ini nggak terlalu luas. Konsepnya mirip sama Nyonya Rumah, yaitu kolam ikan di tangah dan dikelilingi oleh kursi-kursi. Roemah Keboen buka sampe jam 11 malem. Untuk biaya tax sebesar 10% dan service 2,5%. Tapi menurut saya, di Roemah Keboen walaupun rasa dan suasananya standar tapi menunya cukup beragam dan bervariasi. Saran saya, hari minggu jam 11 siang dateng kesana makan mix omelette sama minum blackberry juice sungguh nikmat. Haha..


Senin, 12 Januari 2009

Tinoor


Several weeks ago, on our way to Kelapa Gading, we stopped by a Manado restaurant for lunch. I've always liked Manado dishes because it was very hot & spicy. The restaurant was empty as lunch time had passed hours ago and maybe because that day was a public holiday. There was no decor to speak of. The place looked spartan: old but clean. There were several displayed dishes. I chose Tinorangsak (Manado's spicy pork dishes) 40K and SC who can't stand spicy food settled on Brenebon soup (Manado's kidney bean soup) 40K. Yes, it's not cheap, but the portion made up for the price. We even had to take a doggie back. The taste was delicious and I think it's authentic. The woman serving us was very friendly and I ended up buying some rica-rica and panada home. :)

introduce

salam mealers bagi pecinta segala makanan yang ada dimuka bumi ini

ini merupakan blog yang yang mengulas segala sesuatu tentang makanan yang layak dimakan. semua tentang info-info makanan, resep-resep, bahkan tentang seluk-beluk makanan akan dibahas di blok ini. so, ayo,monggo,mari gabung di blog ini...semua makanan diterima di blog ini..haahahahahahaaa


^^v